Rabu, 02 Maret 2011





Kala pagi mulai menyapa, dia sudah berada di peraduan . . .
Anak cucu ia tinggalkan walau qalbu berusaha tuk menahan . . .
Cinta hidup penuh kesyukuran, berpasrah diri demi keridhoan . . .
Kala mentari menegakkan diri, menyorot sinar mencipta kelelahan . . .
Tak kuasa ia berjalan, memikul beban yang masih menahan . . .
Tubuh kurus langkah gemetar, tak lagi bugar ia rasakan . . .
Sejenak ia sandarkan diri, mengharap ridho dari Sang Tuhan . . .
Wahai lelaki dan wanita tua . . .
Walau usiamu t'lah uzur, tekadmu kuat bagaikan baja . . .
Tak tergoyahkan walai panas dan badai menerpa . . .
Kala mentari berganti senja, bertahan diri demi tuk berjumpa . . .
Anak cucumu gundah gulanah, menanti dan berharap kau segera tiba . . .
Kala senja t'lah tiada, tubuhmu tak kuasa lagi menahan rasa . . .
Wahai lelaki dan wanita tua . . .
Walau sakit kau rasa, tak kau biarkan ia menjelma . . .
Memutus asa yang kau tanam untuk mereka yang menanti di sana . . .












Kamis, 21 Oktober 2010

Sigit My Friend

karya : Fajar Agustiana dan Fajar M. Habil

Kubuka karung biru
Penuh bibir yang bau
Kupandangi semua bibir itu
Kuingat riwayatmu . . .
Kata mereka bibirmu
Slalu memanjang . . .
Kata mereka bibirmu
Slalu di timbang . . .
Bibir-bibir ngabudah
Slalu melebar bibirmu
Bau naga dan air comberan
Kluar dari bibirmu . . .
Kulihat bibir Sigit
Sangat kotor dan bau
Kututupi hidung dan mataku
Tak kuasa melihatmu . . .
Kata mereka bibirmu
Terlalu panjang . . .
Kata mereka bibirmu
Terlalu garang . . .
Sungguh malang ibumu
Slalu memeliharamu
Uang kerja habis tak tersisa
Tuk merawat bibirmu . . .
Ooo... Sigit ada dan tiada bibirmu kan selalu menjadi beban ibumu . . .

Selasa, 12 Oktober 2010

Resah Dalam Hati (by:ungu)

Mungkin itu memang jalan takdirmu
Bibirmu tak bisa bersembunyi
Tak mengapa bagiku
Asal kau pun bahagia dengan bibirmu . . .
Dengan bibirbu . . .

Telah lama ku pendam perasaan ini
Menunggu bibirmu di ganti yang baru
Mengganggulah bagiku
Melihat bibirmu adalah
Bencana untukku . . . Bencana untukku

Reff:
Ku ingin kau tahu . . .
Bibirmu disini . . .
Mengganggu sekali . . .
Meski ku tutup hidung tetap kau bau
Dan berharap bibir itu akan pergi untuk selamanya

Dan izinkan aku . . .
Memukul bibirmu
Skali ini saja . . .
Tuk ucapkan slamat tinggal untuk slamanya
Dan biarkan kita semua bahagia untuk sekejap saja . . .