karya : Fajar Agustiana dan Fajar M. Habil
Kubuka karung biru
Penuh bibir yang bau
Kupandangi semua bibir itu
Kuingat riwayatmu . . .
Kata mereka bibirmu
Slalu memanjang . . .
Kata mereka bibirmu
Slalu di timbang . . .
Bibir-bibir ngabudah
Slalu melebar bibirmu
Bau naga dan air comberan
Kluar dari bibirmu . . .
Kulihat bibir Sigit
Sangat kotor dan bau
Kututupi hidung dan mataku
Tak kuasa melihatmu . . .
Kata mereka bibirmu
Terlalu panjang . . .
Kata mereka bibirmu
Terlalu garang . . .
Sungguh malang ibumu
Slalu memeliharamu
Uang kerja habis tak tersisa
Tuk merawat bibirmu . . .
Ooo... Sigit ada dan tiada bibirmu kan selalu menjadi beban ibumu . . .
Kamis, 21 Oktober 2010
Selasa, 12 Oktober 2010
Resah Dalam Hati (by:ungu)
Mungkin itu memang jalan takdirmu
Bibirmu tak bisa bersembunyi
Tak mengapa bagiku
Asal kau pun bahagia dengan bibirmu . . .
Dengan bibirbu . . .
Telah lama ku pendam perasaan ini
Menunggu bibirmu di ganti yang baru
Mengganggulah bagiku
Melihat bibirmu adalah
Bencana untukku . . . Bencana untukku
Reff:
Ku ingin kau tahu . . .
Bibirmu disini . . .
Mengganggu sekali . . .
Meski ku tutup hidung tetap kau bau
Dan berharap bibir itu akan pergi untuk selamanya
Dan izinkan aku . . .
Memukul bibirmu
Skali ini saja . . .
Tuk ucapkan slamat tinggal untuk slamanya
Dan biarkan kita semua bahagia untuk sekejap saja . . .
Bibirmu tak bisa bersembunyi
Tak mengapa bagiku
Asal kau pun bahagia dengan bibirmu . . .
Dengan bibirbu . . .
Telah lama ku pendam perasaan ini
Menunggu bibirmu di ganti yang baru
Mengganggulah bagiku
Melihat bibirmu adalah
Bencana untukku . . . Bencana untukku
Reff:
Ku ingin kau tahu . . .
Bibirmu disini . . .
Mengganggu sekali . . .
Meski ku tutup hidung tetap kau bau
Dan berharap bibir itu akan pergi untuk selamanya
Dan izinkan aku . . .
Memukul bibirmu
Skali ini saja . . .
Tuk ucapkan slamat tinggal untuk slamanya
Dan biarkan kita semua bahagia untuk sekejap saja . . .
Langganan:
Komentar (Atom)