Rabu, 02 Maret 2011





Kala pagi mulai menyapa, dia sudah berada di peraduan . . .
Anak cucu ia tinggalkan walau qalbu berusaha tuk menahan . . .
Cinta hidup penuh kesyukuran, berpasrah diri demi keridhoan . . .
Kala mentari menegakkan diri, menyorot sinar mencipta kelelahan . . .
Tak kuasa ia berjalan, memikul beban yang masih menahan . . .
Tubuh kurus langkah gemetar, tak lagi bugar ia rasakan . . .
Sejenak ia sandarkan diri, mengharap ridho dari Sang Tuhan . . .
Wahai lelaki dan wanita tua . . .
Walau usiamu t'lah uzur, tekadmu kuat bagaikan baja . . .
Tak tergoyahkan walai panas dan badai menerpa . . .
Kala mentari berganti senja, bertahan diri demi tuk berjumpa . . .
Anak cucumu gundah gulanah, menanti dan berharap kau segera tiba . . .
Kala senja t'lah tiada, tubuhmu tak kuasa lagi menahan rasa . . .
Wahai lelaki dan wanita tua . . .
Walau sakit kau rasa, tak kau biarkan ia menjelma . . .
Memutus asa yang kau tanam untuk mereka yang menanti di sana . . .